1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi, sebelum osiloskop digunakan?
Jawab :
Kalibrasi diperlukan untuk menjaga fungsi oscilloscope serta menghasilkan hasil yang akurat dan tepat. Sehingga frekuensi yang diukur mendekati bahkan sama dengan frekuensi yang sebenarnya dan menghindari kesalahan dalam pembacaan sinyal pada osiloskop. Kesalahan seperti hasil yang meleset dari yang sebenarnya, kesalahan skala dan gangguan lainnya dapat di atasi dengan mengkalibrasi osiloskop.
2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi dan perioda!
Jawab :
Amplitudo
Tegangan AC: Amplitudo berubah secara periodik dari nilai positif ke negatif mengikuti bentuk gelombang tertentu.
Tegangan DC: Amplitudo tetap konstan dan tidak berubah terhadap waktu.
Frekuensi
Tegangan AC: Memiliki frekuensi tertentu yang menunjukkan jumlah siklus per detik (dalam Hertz, Hz).
Tegangan DC: Tidak memiliki frekuensi karena tegangan selalu konstan dan tidak berosilasi.
Periode
Tegangan AC: Memiliki periode, yaitu waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus penuh dari gelombang.
Tegangan DC: Tidak memiliki periode karena tidak terjadi perubahan siklus.
3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!
Jawab :
1) Gelombang sinusiodal
Gelombang ini memiliki bentuk yang halus dan teratur dengan pola naik turun yang periodik.
2) Gelombang persegi Gelombang ini berosilasi antara 2 level tegangan tetap dengan perubahan yang tajam.
3) Gelombang segitiga
Memiliki pola naik dan turun secara linear biasanya untuk modulasi sinyal dan berbagai sistem kontrol.
4) Gelombang gigi gergaji
Gelombang ini memiliki kenaikan yang lambat dan penurunan yang tajam atau sebaliknya. biasa digunakan dalam pemindaian CRT.
4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya yang terhitung Pada pengukuran daya beban lampu seri!
Jawab :
Daya Terukur : 0.3009 W ; 0.8807 W ; 1,3288 W
Daya Terhitung : 0.05 W ; 0.16 W ; 0,06 W
Pada percobaan ini, terdapat perbedaan nilai terukur dan terhitung yang cukup besar. Daya yang terukur seharusnya sama dengan nilai yang dihitung. Namun, perbedaan ini dapat terjadi karena beberapa faktor seperti kelalaian penggunaan alat, ketidakmampuan alat ukur, kesalahan saat pembacaan dan perhitungan, dan kesalahan dalam metode penggunaan alat
5. Bandingkan nilai daya terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel?
Jawab :
Daya Terukur : 0.5629 W ; 1.0782 W ; 1.5579 W
Daya Terhitung : 0.522 W ; 0.432 W ; 0.522 W
Secara teori, daya total seharusnya sama dengan jumlah daya di setiap beban. Namun, terdapat perbedaan yang cukup tinggi. Ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti kesalahan pembacaan alat ukur, kerugian daya pada kabel, kesalahan metode percobaan, serta adanya resistansi pada alat ukur
Comments
Post a Comment