Laporan Praktikum Modul 2



1. Jurnal [Kembali]

1.         Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

 8 V

 - 

 -

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

 40,8 V

 99,90 ms

 10,01 kHz

 

2.                Membandingkan Frekuensi

 

Jenis Gelombang

 

Frekuensi oscilloscope

 

Frekuensi Generator Fungsi

Sinusoidal

998,4 Hz

1.000 Hz

Gigi gergaji

1.000 Hz

1.000 Hz

Pulsa (Kotak)

1.000 Hz

1.000 Hz

3.               Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

Perbandingan Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar Lissajous

1 : 1

1 kHz

1 kHz


 



1 : 2

1 kHz

2 kHz

 



2 : 1

2 kHz

1 kHz

 


1 : 3

1 kHz

3 kHz

 



3 : 1

3 kHz

1 kHz

 



2 : 3

2 kHz

3 kHz

 


3 : 2

3 kHz

2 kHz

 


 

4.               Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

0.3009 W

2.5 V

0.2 A

0.05 W

2 Lampu

0,8807 W

0.8 V

0.2 A

0.16 W

3 Lampu

1,3288 W

0.3 V

0.2 A

0.06 W

 

5.               Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel

 

Beban

 

Daya Terukur (Watt)

 

V total

 

I total

 

Daya Terhitung (Watt)

1 Lampu

0.5629 W

1,8 V

0.29 A

0.522 W

2 Lampu

1,0782 W

1,8 V

0.24 A

0.432 W

3 Lampu

1,5579 W

1,8 V

0.29 A

0.522 W

 

2. Prinsip Kerja [Kembali]

        Oscilloscope

           1. Kalibrasi oscilloscope

        a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul

        berkas elektron

        b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

        c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada

        oscilloscope

        d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.


            2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

        Susun rangkaian seperti gambar berikut



    • Tegangan Searah    
        a. Atur output power supply sebesar 4 Volt
        b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
        c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan
        yang diukur oleh oscilloscope
    •  Tegangan Bolak Balik
        a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal,
        dengan besar tegangan 4 Vp-p
        b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope


            3. Mengukur dan Mengamati Frequency
        a. Susun rangkaian seperti gambar berikut


        b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal

        A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi

        sinusoidal

        c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah

        frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

        d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan

        frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

        e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan

        gelombang pulsa


            4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

        a. Susun rangkaian seperti gambar berikut

        b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih
        kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B
        c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan
        sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B
        d. Atur frekuensisinyal pada kanal A,sehingga diperoleh gambarsepertisalah
        satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya.
        Bacalah penunjukan frekuensi generator
        e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam
        bentuk gambar gelombang Lissajous
        f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2

        Pengukuran Daya

            5. Mengukur Daya Satu Fasa

        a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
        b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
        c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
        d. Catat penunjukan dari wattmeter




3. Video Percobaan [Kembali]





4. Analisa[Kembali]


1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi, sebelum osiloskop digunakan?

Jawab :

    Kalibrasi diperlukan untuk menjaga fungsi oscilloscope serta menghasilkan hasil yang akurat dan tepat. Sehingga frekuensi yang diukur mendekati bahkan sama dengan frekuensi yang sebenarnya dan menghindari kesalahan dalam pembacaan sinyal pada osiloskop. Kesalahan seperti hasil yang meleset dari yang sebenarnya, kesalahan skala dan gangguan lainnya dapat di atasi dengan mengkalibrasi osiloskop.
 

2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitudo, frekuensi dan perioda!

Jawab : 

  • Amplitudo
Tegangan AC: Amplitudo berubah secara periodik dari nilai positif ke negatif mengikuti bentuk gelombang tertentu.
Tegangan DC: Amplitudo tetap konstan dan tidak berubah terhadap waktu.

  • Frekuensi
Tegangan AC: Memiliki frekuensi tertentu yang menunjukkan jumlah siklus per detik (dalam Hertz, Hz). 
Tegangan DC: Tidak memiliki frekuensi karena tegangan selalu konstan dan tidak berosilasi. 

  • Periode
Tegangan AC: Memiliki periode, yaitu waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus penuh dari gelombang.
Tegangan DC: Tidak memiliki periode karena tidak terjadi perubahan siklus.

3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi!

Jawab : 
    1) Gelombang sinusiodal
    Gelombang ini memiliki bentuk yang halus dan teratur dengan pola naik turun yang periodik.

    2) Gelombang persegi
    Gelombang ini berosilasi antara 2 level tegangan tetap dengan perubahan yang tajam.

    3) Gelombang segitiga 
    Memiliki pola naik dan turun secara linear biasanya untuk modulasi sinyal dan berbagai sistem kontrol.

    4) Gelombang gigi gergaji
    Gelombang ini memiliki kenaikan yang lambat dan penurunan yang tajam atau sebaliknya. biasa digunakan dalam pemindaian CRT.

4. Bandingkan nilai daya yang terukur dan nilai daya yang terhitung Pada pengukuran daya beban lampu seri! 

Jawab : 

Daya Terukur          : 0.3009 W ; 0.8807 W ; 1,3288 W

Daya Terhitung       : 0.05 W ; 0.16 W ; 0,06 W

 
Pada percobaan ini, terdapat perbedaan nilai terukur dan terhitung yang cukup besar. Daya yang terukur seharusnya sama dengan nilai yang dihitung. Namun, perbedaan ini dapat terjadi karena beberapa faktor seperti kelalaian penggunaan alat, ketidakmampuan alat ukur, kesalahan saat pembacaan dan perhitungan, dan kesalahan dalam metode penggunaan alat     
 

5. Bandingkan nilai daya terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu paralel?

Jawab : 

Daya Terukur          : 0.5629 W ; 1.0782 W ; 1.5579 W

Daya Terhitung       : 0.522 W ; 0.432 W ; 0.522 W


       Secara teori, daya total seharusnya sama dengan jumlah daya di setiap beban. Namun, terdapat perbedaan yang cukup tinggi. Ini dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti kesalahan pembacaan alat ukur, kerugian daya pada kabel, kesalahan metode percobaan, serta adanya resistansi pada alat ukur

5. Download File[Kembali]

download video kalibrasi disini

download video percobaan disini

download laporan akhir disini



Comments